Maindingin Jr.

Saya terlahir disini pada tanggal 17
tepat 17 tahun setelah kehidupan saya dimulai
...

Aimless Traveller (1)

Oke, ini adalah perjalanan random gue yang ke …. uummmm emmmm hoam lah ya, gue lupa ini yang keberapa. Dan tujuan gue kali ini adalah … Ya, benar sekali … Medan. Kota yang terkenal dengan Lunpia bika Ambonnya ini adalah kota yang sangaaaaaat … PANAS. Bahkan klo gue sempet untuk foto-foto unyu sebelum berangkat kesana gue bakal bisa ngasih liat foto before-after gue di Medan.

Oke, berawal dari rencana aneh nan rancu dari gue dan @audimanan yang berencana untuk menjelajah dunia ‘barat’ -Perlu diketahui, sebelumnya, kaki gue paling barat itu gue injakan di pelabuhan muara karang pas mau pergi ke Pulau Pari bareng anak2 54, jadi inilah saat yang tepat untuk menjelajah ke dunia barat - *anggap saja begitu*

Tadinya kita berencana untuk melakukan traveling dengan tema “Early Valentine 2012” dan pergi dari Semarang menuju Jakarta (ke Soetta biar lebih murah), lalu ke Medan (melaksanakan resolusi 2011 yang berubah menjadi resolusi 2012, dan nampaknya bakal pending entah akan jadi resolusi tahun kapan), lalu selanjutnya beranjak menuju Batam (main-main sekalian apdet status “Lagi di Batam nich” biar disangka anak gawl masakini yang hobi jalan2 sambil ngabisin duit), dan mencapai tujuan akhir yaitu, Singapura (sebenernya ini sedikit random, tujuan kita menunjuk Singapura karena kata Audi dari Batam ke Singapura cuma 250ribu dan itu udah PP). Tapi karena terhimpit oleh dana yang pas-pasan aja akhirnya gue PERGI SENDIRI, dan karena gapunya duit buat bikin passport gue cuma pergi ke Medan.

LOH, Kenapa gak sekalian ke Batam, kan ke Batam ga perlu passport ?

Wahai sahabatku yang super, untuk ke Medan saja saya harus makan nasi pecel setiap hari, bagaimana jika saya juga harus pergi ke Batam :) di Semarang gak ada yang jualan nasi aking, nyet. :v

Oke, selanjutnya adalah tinggal memikirkan bagaimana caranya agar bisa pergi kesana, gue memilih tanggal 25-30 Januari untuk pergi beranjak ke kota panas bernama Medan tersebut. Tapi setelah tiket berhasil direnggut ternyata gue baru dapet kabar dari temen gue yang mengatakan bahwa akan diadakan remedial UAS seminggu setelah UAS dilaksanakan dan itu bener2 bertepatan dengan tanggal keberangkatan gue (sebenernya emang udah ada di kalender akademik, tapi gue sendiri gak yakin bakal diadain). Alhasil, cara satu-satunya agar rencana ini berhasil dilaksanakan adalah dengan tidak remedial. Jadilah gue nocturnal (hoam, biasanya juga begini sih) dan alhamdulillah gak ada yang remedial. (Bangga? Ya, walaupun mungkin nilainya bakalan C semua, toh, gue selama satu semester di kelas cuma tidur doang .__.).

Then, setelah selesai dengan UAS terakhir gue balik ke Jakarta dan mengikuti satu acara dari KIR 54, ya, KIRSPY vol. 3, seperti yang telah gue tulis di postingan sebelumnya. Setelahnya gue beranjak untuk bertemu dengan para Laskar11 Bandung yang ternyata hanya ada Laskar yang berasal dari ITB. Dan ini gue laksanakan bersama @rizkidwika a.k.a Poni yang sangat excited dikala ia berhasil menginjak satu-persatu rumput yang ada di ITB. Hmmmm, freak ? Ya, begitulah.

Di Bandung, gak banyak yang bisa gue lakuin. Cuma jalan-jalan aja keliling Bandung bareng sama anak-anak Laskar ITB yang gue kira mereka udah hafal sama jalanan ribet yang ada di Bandung. Sampai akhirnya gue dan Mujib (di foto @Lap. Gasibu dia ada di sebelah gue) terjebak untuk mengelilingi jalan yang sama sampai tiga kali hanya untuk mencapai stasiun Hall. Dan ini FREAK.

  • Gue   : Jib, si poni ke kiri jib
  • Mujib: Hah, yaaaaah *tetep jalan kedepan*
  • Mujib: Terus, kita kemana nih dez? *dengan polosnya nanya ke anak Smg*
  • Gue   : Oke, feeling gue, kita belok ke kanan abis ini.
  • Mujib: Eh, tapi si Isqim (di foto, yang pake kerudung) belok ke kiri.
  • Gue   : Oh, berarti gue salah jib. *dan terulang sampe 3x*

Dan setelah sampai di stasiun, akhirnya kami menemukan fakta bahwa kereta menuju Jakarta antreannya bener-bener padat sea*jing-a*jingnya. Btch.

Setelahnya, akhirnya kami memutuskan untuk galau di bawah shower kosannya mujib naik bus aja setelah sebelumnya membicarakan banyak hal di kosannya Mujib.

Setelah melewati perjalanan di dalam Primajasa tujuan HI bersama Poni di smooking room yang gabisa dibuat smoking bersama seorang bapak yang mbacot terus, akhirnya kami sampai juga di kediaman Poni dan tak lama langsung beranjak menuju rumah gue untuk peristirahatan kami berdua. #eh :v

Okelah, segitu dulu … Sisanya bersambung … Toh, gue juga belom nyeritain perjalanan utamanya … Walaupun aimless.

#SekianDanTerimaKamuApaAdanya