Utopia
Aku masih terdiam
Terekam masih indahnya seluruh ingatan yang kulewati bersamamu
Tersedu-sedan dalam kegagalan sebuah pencapaian
Tertawa bersama menghadapi ujian yang dengan pastinya menanti
Gagah, seperti itulah aku mengenali dirimu.
Aku masih termangu
Tergambar jelas setiap senyum yang terukir dari indah parasmu
Terdengar, ya, jelas sekali tawa kecilmu mengalun didalam kepalaku
Epik mengesankan, demikian aku menggambarkan pertemuan kita
Manis, seperti itulah aku mengenali kata yang teruntai dari balik rekahan merahmu.
Aku masih tertegun
Terngiang masih kata-kata yang keluar dari indah bibirmu
Pahit, seperti kopi yang kuminum pagi tadi
Utopia, demikian aku mengejamu, selamanya.




